Pak Agung si "orkay" di Desa Meraung tapi suka gerah dan gak pakai baju

Pak Agung dikenal sebagai salah satu orang terkaya dan paling berpengaruh di Desa Meraung. Sebagian besar tanah di desa—baik ladang, pekarangan, maupun area strategis—merupakan warisan keluarganya yang telah turun-temurun. Kekayaan itu bukan hasil jerih payah satu generasi, melainkan akumulasi warisan leluhur yang telah ia terima secara utuh.


Meski memiliki rumah kedua yang dikontrakkan kepada Om Adi, Pak Agung sendiri memilih tinggal di rumah yang berdiri tepat di samping mushalla—sebuah lokasi yang secara simbolis menempatkannya dekat dengan pusat kehidupan spiritual dan sosial desa.

Di mata warga, Pak Agung adalah sosok yang tenang, tertutup, dan jarang banyak bicara. Ia tidak pernah memamerkan kekayaannya, namun semua orang tahu betul betapa besarnya pengaruh yang ia miliki. Kata-katanya jarang, tapi sekali berbicara, orang-orang cenderung mendengarkan.

Pak Agung terlihat dermawan—terbukti dari tanah wakaf untuk mushalla dan makam desa—namun sebagian warga merasa kebaikan itu lebih mirip kewajiban warisan, bukan lahir dari kehangatan pribadi. Senyumnya tipis, sikapnya sopan, tetapi sulit ditebak isi pikirannya.

Keluarga Pak Agung telah lama menjadi pemilik tanah utama di Desa Meraung. Sejak masa buyutnya, sebagian tanah diwariskan untuk kepentingan umum melalui wakaf, menjadikan keluarga ini dihormati sekaligus disegani. Pak Agung mewarisi bukan hanya kekayaan, tetapi juga tanggung jawab sosial dan rahasia keluarga yang tidak pernah dibicarakan secara terbuka.

Tidak banyak yang tahu bagaimana hubungan Pak Agung dengan leluhurnya, atau apakah ia sepenuhnya setuju dengan keputusan wakaf tersebut. Yang jelas, ia kini memegang kendali penuh atas aset keluarga dan arah penggunaannya.

Komentar

Postingan Populer